Prabowo


Letnan Jenderal (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo (lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951; umur 67 tahun) adalah seorang politisi, pengusaha, dan perwira tinggi militer Indonesia. Ia menempuh pendidikan dan jenjang karier militer selama 28 tahun sebelum berkecimpung dalam dunia bisnis dan politik. Bersama Hatta Rajasa, ia maju sebagai calon Presiden Indonesia ke-7 dalam pemilihan umum 2014, namun diungguli oleh pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Ia kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Prabowo Subianto

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya
Petahana
Mulai menjabat
20 September 2014
Pendahulu
Suhardi
Panglima Kostrad ke-22
Masa jabatan
20 Maret 1998 – 22 Mei 1998
Presiden
Soeharto
Pendahulu
Soegijono
Pengganti
Johny Lumintang
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus  ke-15
Masa jabatan
1 Desember 1995 – 20 Maret 1998
Presiden
Soeharto
Pendahulu
Subagyo Hadi Siswoyo
Pengganti
Muchdi Purwoprandjono
Informasi pribadi
Lahir
Prabowo Subianto Djojohadikusumo
17 Oktober 1951  (umur 67)
Jakarta, Indonesia
Kebangsaan
 Indonesia
Partai politik
Partai Golkar (–2008)
Gerindra (2008–)
Pasangan
Siti Hediati Hariyadi  (1983–1998)
Anak
Ragowo Hediprasetyo
Orang tua
Soemitro Djojohadikoesoemo  (ayah)
Dora Marie Sigar (ibu)
Alma mater
Akademi Militer (1974)
Profesi
Perwira militer, politikus, pengusaha
Penghargaan sipil
Bintang Kartika Eka Paksi Nararya
Satyalancana Kesetiaan XVI
Satyalancana Seroja  Ulangan–III
Bintang Yudha Dharma Nararya
Tanda tangan

Dinas militer
Pihak
 Indonesia
Dinas/cabang
TNI Angkatan Darat
Masa dinas
1974–1998
Pangkat
Letnan Jenderal TNI
Satuan
Infanteri (Kopassus)
Komando
Kopassus, Kostrad
Pertempuran/perang
Operasi Seroja
Operasi Pembebasan Sandera Mapenduma
Lahir di Jakarta, masa kecil Prabowo sebagai putra ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo  banyak dilewatkan di luar negeri bersama orang tuanya. Minatnya pada dunia militer dipengaruhi oleh pamannya, Soebianto Djojohadikusumo yang gugur dalam Pertempuran Lengkong. Selepas lulus dari Akademi Militer di Magelang pada tahun 1974 sebagai seorang letnan dua, ia menjadi salah satu komandan operasi termuda dalam sejarah Angkatan Darat saat memimpin operasi Tim Nanggala di Timor Timur. Kariernya melejit setelah menjabat sebagai Wakil Komandan Detasemen Penanggulangan Teror di Komando Pasukan Khusus pada tahun 1983. Pada tahun 1996, Prabowo diangkat sebagai sebagai Komandan Jenderal pada korps tersebut. Saat menjabat, ia memimpin operasi pembebasan sandera di Mapenduma. Ketika jatuhnya Presiden Soeharto, ayah mertuanya, pada bulan Mei 1998, Prabowo sedang menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis.

Setelah diberhentikan dari dinas militer, Prabowo menghabiskan waktu di Yordania  dan di beberapa negara Eropa. Sekembalinya ke Indonesia, ia menekuni dunia bisnis, mengikuti jejak adiknya Hashim Djojohadikusumo yang merupakan seorang konglomerat. Bisnis Prabowo meliputi sedikitnya 27 perusahaan yang bergerak pada sektor-sektor yang berbeda. Pada tahun 2008, ia mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya  (Gerindra). Selain itu, ia juga aktif sebagai ketua di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia  dan Ikatan Pencak Silat Indonesia.

Komentar